Tragedi 19 Desember 2016

Siang hari selepas sholat Dzuhur aku nabrak mobil grand livina di Ngaran Mlese….. penyok bemper belakang. Aku ganti rugi 250 ribu.

Aku dari Klaten menuju Solo Baru, kecepatanku sekitar 90-100 km/jam kondisi jalan sepi sehingga aku pacu motor dengan kecepatan diatas rata-rata dan berada di jalur kanan. Di depanku ada truk dilajur kiri dan dibelakangnya ada sebuah mobil grand livina model lawas warna silver dilajur kanan. Jarak antara aku dan mobil grand livina semakin dekat, sebelumnya aku melihat mobil itu menyalakan lampu sein kanan, heii tapi gila mobil itu bergerak ke arah kiri……”Gila, ini seperti ibu-ibu naik motor yang sein kanan tapi belok kiri!” Pikirku saat itu.

Waktu untuk berpikir tidak banyak, hanya beberapa sepersekian detik saja sehingga aku putuskan tetap dilajur kanan karena aku berpikir dia pengendara gila yang sein kanan tapi bergerak ke kiri.
Tapi tiba-tiba….dia langsung belokkan mobil ke arah kanan, ternyata dia akan putar arah kanan. Ternyata mobil itu bergerak ke arah kiri terlebih dahulu untuk mengambil ruang agar bisa putar arah secara langsung ke kanan…. tidak ada waktu buat pengereman… aku yang berada di lajur kanan terlanjur mendekat dengan mobil…daaann…Braakkk… aku menabrakkan motorku ke bodi belakang mobil Grand Livina itu, bemper belakangnya penyok dan cat terkelupas. Alhamdulillah aku tidak terluka sedikit pun.
Segala perhitungan beberapa detik sebelum tabrakan sudah aku pikirkan. Umpama aku rem dengan keras maka ban motor akan terhenti….maka aku akan ngepot….dan aku berpeluang jatuh ngglangsar bersama motorku. Maka cara pengereman yang aku lakukan adalah… maka cara pengereman yang aku lakukan adalah pengereman buka tutup sehingga roda motorku tidak berhenti total yang bisa berujung slip dan ngepot. Tapi resikonya aku nabrak grand livina didepanku….aku nabrak namun motorku tidak terjatuh.

Bemper belakang penyok, cat mobil terkelupas. Motorku kena plat nomer depan, namun aku masih beruntung kena plat nomor karena jika tidak maka akan kena fairing dan berpeluang mengenai radiator motorku, lampu sein motorku sebelah kiri patah. Aku minta maaf pada pengemudi mobil. Lalu berhenti diseberang jalan… nego terjadi… dia minta 400-an. Aku bayar 250.. dia setuju. Aku hanya tidak ingin berkepanjangan…dan ya..aku sedikit teledor dan salah. Mengendarai dengan kecepatan tinggi itu resiko.

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: