Film Dokumenter Duff McKagan

Kisah hidup mantan bassis GNR Duff McKagan akan menjadi subjek dari sebuah film yang diproduksi oleh Rainstorm Entertainment. Film ini berdasarkan atas autobiografi Duff McKagan tahun 2011 yang berjudul It’s So Easy And Other Lies. Film yang disutradarai oleh Christopher Duddy dengan produser Steven G. Kaplan dan Duff McKagan dijadwalkan akan tayang pada tahun ini.

Ini adalah kisah naik ke puncak ketenaran dan kekayaan, perjuangannya dengan alkoholisme dan kecanduan narkoba, kehidupan pribadi yang berantakan, dan menemukan jalan yang terbaik untuk kehidupan yang lebih baik dan ketenangan pada akhirnya.

Film dengan dasar cerita dari autobiografi Duff ini ditargetkan bukan hanya untuk penggemar Guns N’ Roses, Velvet Revolver maupun Loaded, tetapi juga bagi semua orang yang ingin mengambil pelajaran dari cerita ini.

okumenter

Axl Melempar Mic, Fan Terkena Giginya

Axl Rose yang hampir selalu melempar Mic nirkabel selepas konser GNR berakhir kali ini memakan korban. Darren Wright (39 tahun) seorang fan GNR yang menonton konser di Australia, Sabtu lalu mengalami pendarahan dimulutnya dan kehilangan beberapa gigi depannya akibat terkena lemparan mic Axl.

“Dengan lampu terang dan ledakan, saya tidak bisa melihat apa-apa,” kata Wright. “Saya cukup terkejut dan butuh beberapa detik untuk menyadari apa yang terjadi. Saya bisa merasakan potongan-potongan gigi di mulut saya. Kemudian seseorang menaiki kaki saya untuk mengambil mikrofon.”

“Saya berpikir bahwa Axl tidak bermaksud melukai saya, tapi Mic itu datang kepada saya dengan datar dan keras. Mic nirkabel itu tidaklah ringan.” Ujar Wright.

Dia berencana menggugat Axl Rose atas peristiwa ini dan menuntut agar Axl mau membayar untuk memperbaiki giginya yang berkisar 5000 Dollar Australia.

Dunia Selalu Membutuhkan Guns N’ Roses

Ronan McGreevy dari The Irish Times akhir Februari 2013 lalu mewawancarai Slash mantan gitaris Guns N’ Roses.

Ronan McGreevy : “Apakah Anda merasakan kebencian terhadap Guns N’ Roses yang berkeliling dunia saat ini?”

SLASH : “Tidak, Saya hanya ingin melanjutkan apa yang saya lakukan. Itu sudah berlalu begitu lama. Saya benar-benar senang bahwa Axl tampaknya menjadi bahagia. Dia mungkin (bisa saja) berada di tempat yang sama dengan saya suatu saat. Apakah dia menyebutnya GUNS atau sesuatu yang lain saya tidak peduli. Saya pergi dari nama itu sudah begitu lama.”

Meskipun telah meninggalkan GNR pada tahun 1996 namun Slash tetap berharap bahwa band itu akan tetap eksis di dunia, “Saya Pikir Dunia Selalu Membutuhkan Guns N’ Roses.” Ujar Slash pada RollingStone.com, Agustus 2002.

Lupakan Saja Tentang Album Baru Sampai Itu Benar-Benar Terjadi

Bumblefoot, Gitaris Guns N’ Roses menjawab sebuah wawancara pada 2 Maret lalu dari 2013 National Fiery Foods and Barbecue Show. Ditanya tentang kemungkinan perilisan album terbaru dari GNR, Bumblefoot menjawab :

“Kamu tahu apa? Lupakan saja tentang album baru sampai itu benar-benar terjadi. Maksudku, aku tidak bisa memulainya (hanya Axl yg mampu memulainya)….. Berapa lama kita semua membicarakan tentang album baru? Dan aku satu-satunya orang yang tidak membohongimu tentang hal itu dan aku mengatakan TIDAK, Kami belum memasuki studio bersama-sama, tidak, kami belum memulai menulis lagu secara bersama-sama sebagai sebuah band.”

Dia melanjutkan : “Jika (album) itu keluar pada saat ini, maka itu adalah dari materi sangat lama yang bisa dirilis sekarang. Jadi itu menjadi materi yang belum pernah didengar, namun bagiku, aku belum mempertimbangkan tentang sebuah rekaman baru, aku mempertimbangkan tentang perilisan materi-materi lama yang dimiliki band yang belum pernah beredar sebelumnya. Dan (semua materi lama itu) kami perlukan untuk membuat album baru saat ini.”

“Namun sejauh aku melihat tentang album baru di waktu mendatang, aku tidak melihatnya dalam waktu dekat ini. Tidak, Jika itu akan ditulis dengan band ini dari awal. Jadi, yah….inilah kenyataan untukmu. Aku berharap punya sesuatu yang lebih baik untuk memberitahumu kawan, karena kita semua menginginkan hal yang sama. Kami ingin musik yang baru, aku dan kamu.”

Lebih lanjut silakan ke : http://blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&newsitemID=187053

Eigo Sato Meninggal Saat Latihan Free Style Moto Cross

Pembalap Freestyle Motocross asal Jepang EIGO SATO (34 tahun), meninggal dunia pada Kamis, 28 Februari 2013 setelah mengalami cedera fatal ketika berlatih Freestyle Motocross di trek dekat rumahnya di Iwaki City, Fukushima, Jepang.

Sebuah pernyatan dibuat oleh Red Bull X-Fighters melalui Facebooknya, “We are deeply shocked and our thoughts are now with his family and friends”. Eigo Sato sempat akan dibawa ke Rumah Sakit dan meninggal ketika dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Menurut informasi tidak resmi menyatakan bahwa dia meninggal karena gagal melakukan aksi “Rotasi Backflip”.

Eigo Sato adalah pembalap Freestyle Motocross yang bermain di Red Bull X-Fighters Signature Series sejak debutnya pada ajang tersebut pada tahun 2009 dan menempati posisi ke-3 klasemen keseluruhan pembalap dalam debutnya itu. Tahun 2012 yang lalu Eigo Sato menempati posisi klasemen ke-4 dari keseluruhan pembalap.

“Eigo Sato, kamu telah mengajariku segalanya,” Tulis pembalap X-Fighters asal Jepang Taka Higashino. Taka Higashino menjadikan Eigo sebagai mentor dan gurunya, dalam sebuah posting di Instagram Taka Higashino menyatakan, “Kamu mendorongku sepanjang masa. Kamu akan selalu berada di sisiku….Kamu pahlawanku dan teman terbaikku. Aku akan merindukanmu.”

Eigo Sato berasal dari Fukushima Jepang dan membawa peran dalam acara sosial Red Bull Rising Spirit pada tahun 2011 setelah kehancuran tsunami di Jepang. Eigo Sato telah membawa Jepang meningkatkan profil negaranya di dunia melalui freestyle motocross, dan dia telah membawa inspirasi oleh banyak sesama pembalap.

R.I.P EIGO SATO Jagoan Kami…. —

(http://xgames.espn.go.com/article/8999804/japanese-fmx-rider-x-games-competitor-eigo-sato-dies-crash)