Tentang Keberanian

Masih cerita dari film “Savege Kids”.  Kali ini sang kakak masih di tepian pantai bersama seorang anak kecil yang nakal itu, dia bercerita tentang keberanian, keberanian macam apa yang harus ditunjukkan dan apa yang membedakan antara keberanian dan kesetiaan.

Sang kakak bercerita :

Pada saat perang dunia kedua ada 3 jendral yang bertemu dan saling memamerkan kekuatan pasukannya, ada Jendral dari Italia, Amerika dan Rusia (Uni Soviet). Mereka bertiga mengklaim bahwa mereka mempunyai pasukan yang paling berani di dunia, dan masing-masing Jendral mempunyai klaim yang sama dan beradu argumen. Singkat cerita ketiga Jendral itu sepakat untuk mengadakan perlombaan, atau sebuah aksi untuk menguji mental dan keberanian para pasukannyanya.

Mereka bertiga beserta beberapa prajurit tentaranya menuju ke sebuah tempat dimana tempat itu ada dua buah menara, satu menara setinggi 100 meter sedangkan menara lainnya setinggi 350 meter.  Jendral dari Italia langsung koar-koar bahwa pasukannya adalah pemberani, lalu disuruhnya salah satu prajuritnya untuk naik ke atas menara 1.

Jendral Italia :  “Valent!!”

Tentara Italia : “Iya Komandan!!”

Jendral Italia : “Naik keatas menara itu dan terjun!!”

Tentara Italia : “Siap Komandan!!”

Entah apa yang dipikirkan oleh tentara itu, dia langsung naik ke menara setinggi 100 meter dan lalu terjun……sampai di bawah dia mengalami patah kaki, untung dia masih selamat karena masih memakai helm tentaranya.

Tak mau kalah, Jendral Amerika berkomentar,

Jendral Amerika : “Terjun dari menara yang itu kurang menunjukkan keberanian”  Lalu dia memanggil salah satu pasukannya, “Michael!!!”….

Tentara Amerika : “Siap Komandaaannn!!!”

Jendral Amerika : “Tunjukkan keberanianmu!!!, naik ke menara yang itu (sambil menunjuk menara setinggi 350 meter), tunjukkan kamu lebih berani…terjunlah tanpa memakai helm!!!”

Tak langsung menjawab karena tentara itu agak ragu tampaknya….

Jendral pun membentak, “Kamu Pengecuttt…!!!”

Tentara Amerika : “Tidak Komandan, saya berani…laksanakan..!!!!”

Lalu salah satu prajurit amerika itu naik menara setinggi 350 meter dan kemudian sampai dipuncaknya dia terjun, kali ini dia tidak memakai helm seperti tentara Italia.

Tidak jauh dari dugaan….tentara itu jatuh dengan mengenaskan, kepalanya bocor dan berdarah-darah namun dia masih hidup. Tentara Amerika lainnya langsung bergegas menolong dia, dia masih hidup.

Jendral Amerika berkoar-koar, “Haha,,,,luar biasa…tentara saya yang paling berani kan??”

Tak mau kalah, Jendral dari Uni Soviet menyela, “Itu belum seberapa….” seketika dipanggilnya salah satu tentaranya,

Jendral Uni Soviet :  “Rekli PituNov….!!!!”

Tentara Uni Soviet : “Siappp Komandaaannn!!!”

Jendral Uni Soviet : “Selama ini kamu adalah prajurit paling berani, Tunjukkannnnn…!!!!”

Jendral Uni Uni Soviet menunjuk ke menara setinggi 350 meter (menara 2) lalu berkata,  “Naik ke atas puncak menara itu, laksanakan…!!!”

Tentara Uni Soviet : “Siappp laksanakannnn…!!”

Tentara itu naik ke atas menara, dia tidak berpikir panjang karena perintahnya hanya untuk naik ke puncak menara.

Sesampainya di puncak menara, Jendral Uni Soviet meneriakkan perintah lagi..

“Lepas baju tentaramu, lepas helm kamu dan terjun dengan kepala terlebih dahulu…..”

Tentara Uni Soviet itu tidak segera melaksanakan perintah, namun malah berteriak kencang sekali…

“Kenapa tidak Jendral saja yang melakukannya…..?????”

Jendral menjawab, “Pengecut kamuuuu….!!!”

Tentara Uni Soviet itu menjawab, “Jendral yang pengecut……beraninya cuma menyuruh, coba jendral sendiri yang mencontohkan…!!!!”

Seketika itu juga Jendral dari Italia dan Amerika tergeleng-geleng…….

“Benar-benar berani tentara itu, luar biasa, dia tidak rela mati hanya demi kekonyolan seperti ini…luar biasa” Puji Jendral dari Italia.

“Benar, sungguh luar biasa, saya belum pernah menjumpai prajurit seberani itu di pasukan saya”, Tambah Jendral Amerika.

 

Tamat!

—–

Haha….seketika memang cerita itu terdengar lucu, namun dalam film ini sang kakak menunjukkan bahwa keberanian adalah hal wajib yang harus dimiliki oleh siapa saja. Anak kecil yang bersama sang kakak itu adalah seorang yang pemberani, sangat nakal dan tidak bisa kontrol diri. Sang kakak mengajarkan kepada “adiknya” itu agar mengontrol keberaniannya, keberanian harus ditempatkan pada situasi yang tepat dan untuk sesuatu yang benar.

Berani bertanya akan menjauhkan kita dari ketidaktahuan, berani mengungkapkan pendapat adalah salah satu cara menonjolkan pengetahuan yang kita pelajari, berani belajar, dan berani menghadapi kesulitan hidup. Kalau tidak bisa menjadi orang yang paling pandai, jadilah orang yang paling berani.

Perlahan-lahan anak kecil itupun mengerti………..

Cerita-cerita dari film ini adalah cerita yang sungguh menarik, mengajarkan sesuatu secara naratif dan secara perlahan cerita itu mampu berada di benak para penonton film itu untuk waktu yang lama (jika tidak bisa dikatakan selamanya).

Terima kasih sudah membaca…..

 

 

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: