Membuang Harapan

Beberapa tahun lalu ada sebuah film mandarin berjudul “The Savage Kids”. Bercerita tentang anak kecil yang nakal yang suka mengganggu anak-anak kecil lain di sebuah perguruan karate. Anak nakal tersebut singkat cerita kemudian bertemu dengan seseorang laki-laki dewasa yang mengajarkannya karate, tak hanya karate yang diajarkan kakak itu namun juga banyak sekali falsafah hidup yang ia tuturkan sederhana melalui contoh-contoh cerita. Salah satunya akan saya ingat dan masih saya ingat sampai sekarang.Ini adalah sebuah cerita yang dituturkan oleh sang kakak kepada “adiknya” saat mereka berada di tepi pantai :

…….

Sepulang sekolah seorang anak berjalan pulang melewati sebuah gang sempit, di sebuah gang sempit itu dia melihat seorang pengemis kecil yang sedang menangis…..anak sekolahan itu menghampiri pengemis kecil itu, lalu ia bertanya,

“mengapa kamu menangis??”

“aku kehilangan uangku, 1 dollar!” jawab pengemis kecil dengan tersedu-sedu.

“ya sudahlah, ini aku berikan 1 dollar buat kamu, sudah yah kamu jangan nangis lagi!!” tutur anak sekolah itu.

Tapi seketika uang itu diambil oleh pengemis kecil, pengemis kecil itu lalu menangis semakin keras. Anak sekolahan itu semakin bingung dan lalu ia bertanya lagi,

“mengapa engkau menangis lagi?? Bukankah aku sudah memberikan uang 1 dollar untukmu??”

“tidak,tidak…seharusnya sekarang aku mempunyai uang dua dollar jika seandainya tadi aku tidak kehilangan 1 dollar milikku!!” jawab sang pengemis kecil.

———-

Cerita itu sungguh luar biasa…..bahwa sebuah harapan yang hilang akan mungkin dan bisa terganti dengan hal yang sama atau lebih indah. Tidak bersyukurkah kita jika harus mengingat-ingat dan meratapi harapan-harapan yang telah musnah?

“Kamu tidak bisa hidup seperti mereka, namun saat ini kamu sudah bisa mencapai apa yang mereka bisa”  Kata kakak itu.  Ia tahu bahwa anak (yang semula nakal) itu sangat ingin bisa belajar di perguruan karate itu, namun apa daya ia hanya anak nakal yang tak akan bisa diterima oleh teman-temannya di perguruan. Kini ia punya sang kakak yang selalu sabar mengajarkannya karate dan perlahan-lahan mengembalikan dia menjadi anak yang baik.

Jangan terlalu banyak harapan jika kita tahu bahwa harapan itu hanyalah kosong belaka. Sungguh sia-sia karena masih banyak harapan-harapan lain yang harus dipikirkan untuk segera diwujudkan.

Membuang satu harapan mungkin terasa lebih ringan, terasa lebih ringan untuk menjalani dan mencapaiharapan-harapan lain yang lebih nyata.

Seperti sebuah gelas yang terisi air penuh, maka ia akan tumpah saat ia diisi air kembali. Kosongkan pikiranmu, lupakan apa yang seharusnya dilupakan agar bisa diisi dengan sesuatu yang baru.  (Dalam film “Forbiden Kingdom” dituturkan oleh Jackie Chan).

Melupakan adalah tugas terberat karena kita harus mengingat kembali untuk bisa melupakan.  (Dituturkan oleh Anastasia Vera dalam “Fenomania” ANTV).

 

If you need a shoulder Or if you need a friend , I’ll be here standing Until the bitter end.  No one needs the sorrow, No one needs the pain (Rocket Queen – Guns N’ Roses).

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: