Sweet Child O’ Mine

 “Where do we go?…….Where do we go now?…where do we go?”

 

Slash bermain-main dengan gitarnya, dia hanya sekedar bermain, dan itulah yang akan menjadi solo gitar pembuka lagu ‘Sweet Child O’ Mine’. Sebuah cerita dibalik lagu Sweet Child O’ Mine yang dituturkan oleh Slash dalam Biografinya ;

Saya sedang duduk dengan gitar saya…. Saya disana untuk bermain atau menemukan sesuatu yang menarik……..

Itulah yang saya lakukan saat itu dan ketika Izzy duduk di lantai untuk bergabung dengan saya.

“Hei, apa itu?” Tanyanya.
“Aku tidak tahu,” kataku. “Hanya bermain-main saja.”
“Terus mainkan itu!”  Perintahnya.

Dia datang dengan beberapa akord dan karena Duff berada di sana, ia datang dengan bass line,kemudian steven merencanakan drum beatnya. Dalam waktu satu jam latihan gitar kecil saya itu telah menjadi sesuatu yang lain.

Axl tidak meninggalkan kamarnya malam itu, tetapi ia hanya menjadi bagian dari proses kreatif kami, ia duduk di sana dan mendengarkan segala sesuatu yang kami  lakukan dan terinspirasi untuk menulis lirik yang lebih lengkap pada sore harinya.  Dia menuliskan lirik itu untuk kekasihnya yang selanjutnya akan menjadi istri pertamanya, Erin Everly, putri dari Don Everly ‘The Everly Brothers’.

Kami menemukan sebuah studio latihan di Burbank yang dinamakan ‘Burbank Studio’, yang tidak lebih dari sebuah gudang besar yang dimiliki oleh pasangan tua Asia, yang mana kami benar-benar mulai bekerja pada praproduksi untuk ‘Appetite For Destruction’, menyempurnakan lagu kami . Pada sesi berikutnya, kami mengerjakan lagu baru kami menjadi instrument lengkap, kami menulis aransemen, menambahkan solo gitar, dan karena itu akan menjadi lagu “Sweet Child O’ Mine”.
Semua berjalan dengan baik dan baik, tetapi kami masih belum punya produser. Tom (Tom Zutaut)  datang dengan ide untuk mencoba mengajukan Spencer, yang pernah bekerja dengan Tina Turner, Quiet Riot, dan WASP.  Axl menyukainya, jadi kami pergi untuk mencarinya.

Kami mengambil perlengkapan kami ke Pasha Studios, yang mana Spencer bekerja di Studio itu, dan pada saat itu kami sepakat untuk bekerja sama dengannya untuk demo lagu ‘Sweet Child’. Spencer adalah seorang pria yang hebat,  Dia yang menyarankan bahwa lagu membutuhkan rincian dramatis sebelum final utamanya.  Dia benar …. Tapi kami tidak tahu apa yang ingin kami lakukan di sana. Semua dari kami duduk di sekitar ruang kontrol, mendengarkan berulang-ulang musik kami, tanpa menemukan sebuah ‘clue’ (petunjuk) yang pas.

Pada saat itu Axl berputar-putar sambil berkata, “Where do we go?”…. “Where do we go now?…where do we go?”
“Hei!!” kata Spencer, dia mulai memelankan alunan musik kami.   “Mengapa kamu tidak mencoba menyanyikan hal itu?” Kata Spencer pada Axl.

Maka lirik itulah yang dipakai setelah klimaks solo gitar Sweet Child.
Kami bekerja dengan solid untuk demo lagu “Sweet Child O’ Mine”, dan bekerja sama kembali dengan Spencer untuk sekitar setengah lagu di Appetite For Destruction. Namun pada akhir proses kami hanya tidak merasa yakin bahwa ia adalah produser untuk kami, dia mundur…………

—–

Spencer dipekerjakan oleh Tom Zutaut dan Geffen Record untuk menghasilkan demo lagu GNR yang  beberapa diantaranya disetujui pihak label. Spencer memiliki sejarah menggunakan teknik produksi yang kreatif dan taktik pemasaran cerdas untuk mendorong seniman untuk menjadi bintang. GNR latihan di Studio nya Pasha di Hollywood di mana mereka bekerja bersama selama beberapa minggu untuk beberapa lagu diantaranya versi demo “Sweet Child O’ Mine” dan “Nightrain”.  Spencer menghasilkan beberapa demo lagu, namun hubungan mereka berakhir tiba-tiba ketika Spencer mengundurkan diri dari proyek tersebut karena ultimatum ofensif yang disajikan oleh Axl.

 

Spencer Proffer akhirnya mengundurkan menjadi produser GNR untuk album Appetite For Destruction, dia digantikan oleh Mike Clink pada bulan Juli 1986.

 

 

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

One Response to Sweet Child O’ Mine

  1. Ping-balik: Kami Suka Guns N’ Roses « Pijarpatricia's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: