Jaman demi Jaman

Indonesia ini memang keren, walau Indonesia bukan bangsa “pencipta” namun menurut catatan Indonesia ini cukup cepat untuk menerima hal-hal yang begituan, contohnya saja Friendster, dulu Indonesia merupakan ranking 5 besar pengguna Friendster terbanyak di dunia, dan dalam lalu lintas Friendster alias yang lebih sering online Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia. Namun kembali lagi jaman kan sudah semakin maju, semakin modern dan hadirlah yang namanya itu Facebook dan Twitter, nasib Friendster apa kabar?? Kali ini pun Indonesia juga tercatat sebagai pengguna Facebook terbanyak nomor 7 di dunia, Twitter pun juga buktinya banyak pula Trending Topic yang dihasilkan dari Indonesia, yah meskipun dalam mencari teman banyakan pengguna Twitter Indonesia maunya hanya bilang gini “Follow Back yah,Plis!!”

Apa iya popularitas sms sudah kalah dengan yang disebutkan di atas?? Padahal tarif sms sekarang jauh lebih murah daripada yang dulu berkisar 250 rupiah per sms, 250 rupiah yang saat itu termasuk tarif termahal diantara para Negara tetangganya. Kalau dulu saking emannya orang-orang Indonesia itu hanya mau Misscall saja alias panggilan tak terjawab, dan menurut catatan di seluruh dunia tuh hanya Indonesia yang lebih sering melakukan panggilan tak terjawab alias miscall, maka tak heranlah jika kita menjuluki diri sendiri sebagai “Fakir Misscall”.

Indonesia tampaknya telah melek gadget, melek teknologi, tak hanya FS,FB atau Twitter saja, lihatlah Kaskus misalnya atau Youtube yang bisa mempopulerkan orang dalam waktu sekejap. Yah, youtube berubah menjadi bahan pembicaraan warga-warga kampung (yah, setidaknya di kampung saya warga desa sekarang pada ngerti yang namanya youtube itu apaan). Padahal menurut sejarahnya neh tahun 2005 lalu tiga orang pendiri youtube (Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim) tuh susah payah mencari orang yang mau merekam video dan mengirimkannya ke youtube, sampai-sampai 3 orang itu membayar orang-orang agar mau mengirimkan video-videonya di youtube. Kalau sekarang mah orang berlomba-lomba mengeksiskan diri diYoutube, tak terbayang kan siapa yang kenal Briptu Norman tiga minggu yang lalu??

Internet, yah itulah dia “Internet”. Dimana-mana sekarang ada hotspot, tempat gaul, tempat makan tak lengkap jika tak ada hotspot, maka sekarang ini yang namanya laptop itu bukan lagi barang mewah, Sekarang sudah banyak pula orang yang kemana-mana jinjing laptop. Makin maju pula dunia ini dan hadirlah sekarang I-Pad, yah I-Pad….bentuknya ringkas yah bisa buat melepas kejenuhan saat sidang atau rapatlah dengan menonton video porno (JANGAN TIRU ADEGAN INI). jaman makin maju pula, kalau dulu orang berkirim surat lewat pos nah sekarang tak perlulah ke kantor pos, cukuplah buka internet dan buka email lalu kirim-kirimanlah surat melalui email. Lhah saking canggihnya nih katanya email pun bisa buat kirim-kiriman video porno!!! (hebat kan??).

Ah makin maju ya dunia ini?? dulu aja saya lihat yang namanya ‘pager’ tuh udah kelihatan modern banget, nah gak bertahan lama tu popularitas pager digantikan telepon selular alias HP. Meskipun Indonesia bukan Negara “pencipta” namun buktinya Indonesia cukup cepat menyerap semua teknologi itu. Ya semoga perekonomian Indonesia akan semakin maju, sukses sehingga makin banyak pula nanti kaum-kaum sosialita layaknya yang paling terkenal di Indonesia : Ratna Dewi Soekarno, atau yang baru-baru ini ada Inong Melinda Dee (yang satu ini kaya dg cara yang tak halal)……makin banyak tu nanti kalau perekonomian Indonesia makin maju, yang artinya akan makin banyak milyader.   Namun saya berpikir lagi, wah apa iya nanti orang-orang itu akan memanfaatkan kekayaanya dengan baik apabila Indonesia maju kelak??? Kini ambil contoh saja, sekarang ini India mengalami perkembangan perekonomian yang pesat sehingga makin banyak saja milyader di Negara itu, dan 90 persen para milyader itu berlomba-lomba untuk bisa memiliki Jet pribadi!!! Lhah nanti kalau yang terjadi di Indonesia gimana?? Harusnya ya contohlah Rusia yang kaum milyadernya malah berlomba-lomba untuk kegiatan-kegiatan amal.

Kita kembali lagi ke masalah internet, saya ingat lagi ketika salah satu teman saya bertanya kepada saya, “Dit, aku kan punya modal neh kira-kira paling bagus buat usaha apa ya?? Buka Warnet atau usaha sewa perlengkapan pengantin??”   saya saat itu berpikir sejenak dan kembali bertanya kepada teman saya yang bernama Agus itu, dan saya mendapatkan jawabannya pada dasarnya dia hanya akan mendirikan warnet di sebuah tempat yang kurang strategis. Saya saat itu berani bilang bahwa bisnis sewa perlengkapan pengantinlah yang lebih menjanjikan, kenapa??  Kita ingat, dulu tahun 1990an saat kita belum terlalu mengenal apa itu Handphone, yang namanya Wartel (Warung Telepon) itu menjamur dimana-mana, pada saatnya sekarang orang-orang sudah pada mengenal yang namanya HP (telepon selular), Nah dari situlah perlahan-lahan bisnis Wartel itu mati, jika dulu di Klaten itu Wartel yang amat sangat terkenal adalah Wartel “PH Putra” sampai-sampai dulu yang namanya Wartel PH Putra tu buka cabang hingga tiga (atau empat ya??) sekarang apa kabar??? Nah itu pulalah yang menjadi pertimbangan jawaban tentang bisnis Warnet atau Sewa alat pengantin tadi, mungkin beberapa saat lagi bisnis Warnet akan sepi, semakin sepi dan akhirnya mati, padahal tiap hari kudu bayar listrik dan bayar tagihan internet. Hotspot dimana-mana modem banyak dijual murah layaknya jualan pulsa, laptop udah banyak yang punya, HP pun neh sekarang sudah bisa buat buka internet!! Ah, ya itulah, aku saat itu ya hanya bisa bilang gitu sama Agus……

Ya jaman semakin maju, terus saja waktu ini berjalan dan merubah semuanya…detik per detik, menit per menit, hari perhari….ehhh…ya ampun saya sadar ternyata hampir 5 tahun saya kuliah, dan belum lulus!!!!

(tidak ada maksud lain)