Charles Manson

Charles Manson

Charles Manson, lahir sebagai anak haram, sejak usia 9 hingga 32 tahun, menghabiskan sebagian besar hidupnya di rumah sakit jiwa, meskipun dia juga menghabiskan cukup banyak waktu di luar untuk melakukan perampokan bersenjata (pada umur 13 tahun), pemerkosaan homoseksual (pada umur 17 tahun) dan pencurian mobil, serta praktik penipuan dan penggelapan (pada usia 23 tahun). Dia dipenjarakan karena serangkaian kejahatan yang dia lakukan, dan secara tidak sengaja, dia menjadi murid dari seorang pembunuh, yaitu Alvin Karpis dari Barker Gang yang terkenal itu, yang mengajarkan dia permainan gitar yang cukup bagus, sehingga belakangan dia berkata sesumbar :

“Aku bisa lebih terkenal dari The Beatles.”

Charles Manson memang menciptakan beberapa lagu yang diantaranya telah dinyanyikan ulang oleh Marlyn Monroe atau Guns N’ Roses. Dalam satu sisi, tentu Manson lebih terkenal daripada Beatles, bukan karena dia seorang musisi yang sukses namun karena reputasi dia dibidang kriminal. Begitu dia keluar dari penjara tahun 1967, yaitu pada tahun ‘Summer Of Love’, dia menjadi figure paling brengsek dan paling dibenci di Amerika Serikat, symbol dari segala sesuatu yang kacau pada tahun 1960-an.

Dia keluar dari penjara San Pedro dengan sedikit jenggot, sebuah gitar, dan sederet omong kosong tentang mistik, Manson segera berperan sebagai Yesus Hippie di jalan-jalan dekat Haight-Ashbury bagi sekelompok murid yang memujanya, sebagian besar dari mereka adalah anak muda kalangan menengah yang Drop Out dan hidup dengan narkoba (yang bisa membuat mereka berhalusinasi) dan melampiaskan fantasi gila mereka dalam pesta-pesta seks. Namun, tidak lama kemudian, Manson memutuskan bahwa ambisi-ambisinya terlalu besar untuk San Fransisco. Jadi dia membawa ‘Keluarga’nya ke selatan, sambil tetap mencari pengikut-pengikut baru, dan mereka menetap di tanah milik klub Spiral Staircase di Los Angeles, di sana dia mulai menarik perhatian dari penduduk daerah pinggiran yang lebih liar, dengan latar belakang kemeriahan Hollywood, para musisi, agen pencarian bakat, dan para aktor dan aktris yang mencari sensasi atau ilmu hitam atau sesuatu nantinya akan menjadi hal yang luar biasa.

Meskipun demikian, visi Manson pada saat itu adalah menjadi orang yang lebih ‘gelap’, lebih apokaliptik; dan ketika dia memindahkan ‘keluarga’ itu ke Spahn Movie Ranch 45 km dari kota itu, minatnya sudah bukan pada seks, narkoba, dan pemujaan semata. Dia percaya bahwa tidak lama lagi akan ada hari kiamat karena perang nuklir, yang disebutnya ‘HELTER SKELTER’. Dia membuat daftar dari orang-orang yang dia kehendaki kematiannya, orang-orang yang kepada mereka dia menyimpan kebencian dan dendam kesumat ; dan dia mulai terobsesi dengan gagasan tentang pasukan bersenjata yang naik motor besar, yang berhasil selamat dari perang nuklir, dan akan mengungsi ke Gurun Mojave.

Untuk membentuk pasukan itu, berikut kendaraannya tentu saja dia membutuhkan uang. Jadi, seperti gembong penjahat pada akhir jaman, dia melatih ‘keluarga’nya untuk melakukan kejahatan : perdagangan narkoba, pencurian, perampokan, pembobolan kartu kredit, prostitusi dan bahkan pembunuhan. Pertama, dia memerintahkan orang-orangnya untuk membunuh seorang pengedar narkoba, seorang aktor figuran dan seorang musisi. Kemudian ketika beberapa dari anggota ‘keluarga’ nya ditahan dan dikenai hukuman, dia mengumumkan hari Helter Skelter.

Malam itu, 8 Agustus 1969, empat dari muridnya yang gila menyerbu rumah sutradara Roman Polanski dan membunuh lima orang, termasuk istrinya yang sedang hamil, Sharon Tate. Sebelum mereka meninggalkan rumah itu, mereka menggunakan darah Tate untuk menuliskan kata BABI (PIG) di pintu depan.

Ketika kemudian Manson mendengar nama korbannya, dia yang telah memilih rumah itu karena salah satu dari orang-orang yang ada dalam daftar kematiannya pernah tinggal di situ, sangat gembira. Ketika Hollywood panic, dia sendiri yang memimpin aksi pembunuhan berikutnya, dia memilih rumah korban berikutnya itu hanya dengan alasan bahwa rumah ada di sebelah rumah orang yang tidak dia sukai. Kali ini korbannya adalah seorang pimpinan supermarket berumur 44 tahun yang bernama Leno LaBianca dan istrinya Rosemary, yang ditikam dengan begitu brutal, dan darah mereka digunakan untuk menuliskan “DEATH TO PIGS, RISE and HELTER SKELTER” di dinding. Kata “WAR” digoreskan dengan pisau ke perut Mr.LaBianca.

Dua kasus pembunuhan ganda itu diselidiki oleh beberapa agen penegak hukum yang berbeda dan pada mulanya mereka tidak saling berhubungan. Manson dan para anggota ‘keluarga’ itu pun ditahan, tetapi dengan tuntutan yang berbeda, dan akhirnya mereka dibebaskan. Namun kemudian, salah seorang dari pengikut wanita Manson mengaku kepada teman satu selnya bahwa dia pernah terlibat dalam beberapa pembunuhan, dan akhirnya Manson dan para anggota ‘keluarga’nya diciduk, dua dari mereka akhirnya berbalik menjadi saksi yang melawan Manson.

Persidangan Manson dan tiga dari pengikut wanitanya, para pengikut lainnya disidangkan di tempat lain berlangsung selama 9 bulan, dan bukannya tanpa sensasi. Ketika pada suatu hari Manson muncul di sebuah dermaga ada gambar salib yang diukirkan dengan pisau cukur di dahinya, ada tiga wanita belia yang meniru hal yang sama ke dahi mereka. Pada kesempatan lain, Manson yang tingginya 155 cm melompati meja pengacara setinggi 10 kaki (305 cm) untuk menyerang hakim, yang ternyata dia membawa sebuah revolver.

Akhirnya, keempatnya divonis hukuman mati, tetapi pada akhirnya tidak jadi dieksekusi ketika pada tahun 1972 Mahkamah Agung California menyatakan penghapusan hukuman mati. Dari berita terakhir, dikabarkan bahwa Manson bekerja sebagai seorang pengurus kapel di Penjara Vacaville di California Selatan. Pada 23 Mei 2007 dia ditolak pembebasan bersyarat untuk ke-11 kalinya. Manson boleh mengajukan pembebasan bersyarat lagi pada tahun 2012.

 

pijar rose patricia  … pijarpatricia

Diambil dari pustaka :

, Jo Durden Smith, 100 Penjahat Paling Kejam di Dunia, 2008, Karisma Publising Group, Tangerang.

Judul Asli : “100 Most Infamous Criminals.