UPACARA TRADISIONAL YAQOWIYU JATINOM KLATEN

Jumat siang, 29 Januari 2010 ribuan orang memadati lapangan dekat Masjid Ageng Jatinom  Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten untuk berebut kue apem yang disebar, yaqowiyu yang dirayakan pada setiap hari Jumat bakda sholat jumat pada pertengahan bulan Sapar ini telah ada sejak jaman sejarah Kyai Ageng Gribig.

Sejarahnya dahulu kala Kyai Ageng Gribig berziarah ke Mekkah dan Menunaikan Ibahdah Haji. Adapun yang menceritakan ziarah ke Tanah Arab sering bersama dengan Sinuhun Sultan Agung. Pada suatu hari, pada Jumat tanggal 15 bulan Sapar tahun Alip 1511, pada waktu ziarah ke Mekkah mendapat apem 3 buah yang masih hangat, kemudian dibawa pulang untuk anak cucunya, ternyata sampai di Jatinom apem tersebut masih hangat. Dengan bersabda “APEM YAQOWIYU” artinya kata Yaqowiyu itu ialah Tuhan Mohon Kekuatan. Berhubung apem buah tangan itu tidak mencukupi untuk anak cucunya, maka Nyai Ageng disuruh membuatkan lagi agar dapat merata.

Kecuali tersebut diatas, Kyai Ageng juga memerintahkan kepada orang-orang Jatinom; bila kebetulan bulan Sapar, agar merelakan harta bendanya sekedar untuk zakat kepada sesame yang datang (mertamu). Oleh karena orang-orang sama tahu bahwa Nyai Ageng sedekah apem, maka kini penduduk Jatinom ikut-ikutan sama membawa apem untuk selamatan. Hanya caranya sekarang orang-orang Jatinom membawa apem, lalu diserahkan kepada Panitia Penyebaran Apem, untuk jumat sesudah sholat jumat disebarkan di lapangan. Sejak kejadian tersebut sampai sekarang tiap-tiap hari Jumat bulan Sapar sekitar tanggal 15, penduduk kota Jatinom berselamatan apem, sesudah kenduri Yaqowiyu, lalu disebarkan.

Pada Kamis siang sebelum apem disebar pada hari jumat, apem disusun dalam dua gunungan yaitu gunungan lanang dan gunungan wadon. Gunungan apem ini lalu akan diarak dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Ageng  Jatinom yang sebelumnya telah mampir terlebih dahulu ke Masjid Alit Jatinom. Arak-arakan ini diikuti oleh pejabat-pejabat kecamatan, kabupaten, Pemerintah Daerah Kabupaten, Bupati (atau yang mewakili), Disbudparpora (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) dari Klaten. Arak-arakan jalan kaki ini juga dimeriahkan oleh marching band, reog, seni bela diri dan mas mbak Klaten yang terpilih.

Setelah kedua gunungan apem sampai di Masjid Ageng Jatinom maka gunungan apem tersebut dimalamkan di dalam Masjid untuk diberi doa-doa. Pada hari Jumat setelah sholat Jumat, apem tersebut disebar oleh Panitia bersama dengan ribuan apem sumbangan dari warga setempat.

 

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: