KOMUNIKASI POLITIK

Definisi  Komunikasi Politik :

Denton and Woodward

„Murni diskusi tentang pembagian dari sumber hasil publik pejabat pemerintah (orang yang diberi kekuasaan untuk melegalkan, keputusan eksekutif dan legislatif), dan pejabat pendukung.“

„Faktor kritis yang membuat komunikasi politik tidak dari sumber pesan, tetapi dari konten dan tujuan.“

Doris Graber

„Bahasa Politik“ tidak hanya retorika tetapi tanda paralinguistik seperti bahasa tubuh dan aksi politik seperti boikot dan protes.

Brian McNair

  1. Semua bentuk dari komunikasi dijalankan oleh politikus dan actor politik lain untuk tujuan dari pencapaian spesifik obyektif.
  2. Komunikasi dialamatkan kepada actor tersebut melalui non politikus seperti pemilih dan penulis artikel Koran.
  3. Komunikasi tentang actor itu dan aktivitas mereka yang tercakup dalam liputan berita, editorial dan media diskusi politik.

Gabriel Almond

  • Komunikasi Politik merupakan salah satu dari fungsi input sistem politik yang menyebabkan bekerjanya semua fungsi dalam sistem politik.
  • Komunikasi politik mengalirkan pesan-pesan politik berupa tuntutan, protes, dan dukungan (aspirasi dan kepentingan) ke jantung (pusat) pemrosesan sistem politik; dan hasil pemrosesan itu yang tersimpul dalam fungsi output dialirkan kembali oleh komunikasi politik yang menjadi feedback sistem politik.

Komunikasi Politik di Indonesia

Peran media massa dalam konstruksi komunikasi politik Indonesia sangat besar, dimulai dari tahun 1998 ketika media massa berhasil membuat public untuk bergerak melawan kekuasaan yang lebih dari 30 tahun di Indonesia. Demonstrasi hampir di seluruh kota di Indonesia tidak lepas dari peranan media massa untuk member informasi yang actual ke seluruh pelosok tanah air.

Era reformasi kebebasan pers mulai terbuka dan bentuk komunikasi politik benar-benar dalam ranah demokratisasi. Aktor-aktor politik menggunakan media untuk berkampanye menggalang dukungan, pada pemilu 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik banyak bermunculan iklan-iklan partai politik di media. Banyaknya media di Indonesia dimanfaatkan untuk kepentingan politik melalui iklan-iklannya.

Bagaimanapun juga, kini iklan-iklan politik di Indonesia belum memberikan sesuatu yang baik bagi masyarakat indonesia. Walaupun efektif, iklan-iklan politik di Indonesia kini dihadapkan oleh kesadaran dan pengetahuan sebagian besar masyarakat yang rendah terhadap politik. Akibatnya, iklan politik cenderung langsung diterima tanpa pengkritisan sebelumnya. Kondisi seperti ini akhirnya hanya menampilkan politik ikon atau simbol saja, yaitu politik yang berdasarkan ikon yang dibentuk dengan citra tertentu di media massa  bukan iklan politik substansial yang berdasarkan rekam jejak para tokohnya serta kemampuan mereka untuk menyusun dan melaksanakan program kerja yang menjawab kebutuhan masyarakat[1].

Pada pemilu 2009 media juga berperan penting dalam proses komunikasi politik, banyak partai politik yang menganggarkan banyak untuk beriklan di media cetak maupun elektronik agar menarik calon pemilih. Pemilu Presiden 2009 yang terjadi perdebatan sengit dan adu mulut antar kandidat presiden terekam jelas dalam media massa, media massa berperan dalam meraih simpati dari berbagai isu mengenai kandidat-kandidat tersebut.

SBY akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia untuk kedua kalinya walupun dalam media massa ditampilkan berbagai tentangan dari elite politik lain kepada SBY, namun hal tersebut tidak menggoyahkan public untuk tetap memilihnya.

Belum juga dilantik sebagai presiden para aktor polotik lain mencoba membuka isu di media massa tentang kecurangan pemilu presiden 2009, baik itu DPT maupun hal-hal lainnya.

Kemudian bom yang terjadi di Mega-Kuningan di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton, membuat SBY menggelar konferensi pers dan seakan-akan menuduh lawan-lawan politiknya untuk menghentikan kiprah SBY, konferensi pers ini hanya berselang beberapa saat setelah kejadian bom Mega Kuningan. Konferensi pers di media itu seakan-akan membuat public menganggap bahwa SBY dalam ketakutan besar dan bertindak gegabah membocorkan informasi rahasia intelejen Negara kepada rakyat,  Banyak politikus yang mengkritik pernyataan SBY tersebut. Dalam waktu yang tidak lama Tim Mega-Prabowo mengadakan jumpa pers untuk mengklarifikasi pernyataan SBY, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada niat dari tim Mega maupun tim JK untuk menghabisi karier SBY (Isu ini merebak dengan anekdot media “Mega-Kuningan” yang berarti Mega dan JK (Kuning)). Pernyataan yang tegas dari Prabowo kemudian dibuktikan dengan penangkapan Noordin M.Top gembong teroris yang ternyata menjadi dalang peledakan bom di JW. Marriot dan Ritz Carlton hotel. Pernyataan SBY terbungkam oleh kenyataan itu, kenyataan bahwa bukan lawan politik yang ingin menghabisi SBY tetapi teroris yang dendam kepada pemerintahan SBY karena telah mengeksekusi mati Amrozi dan kawan-kawannya.

Menjelang tanggal 9 Desember 2009 yang merupakan peringatan Hari Anti Korupsi se-dunia kembali membuat SBY ketakutan dan menganggap gerakan itu akan ditunggangi oleh penumpang gelap untuk mendongkel Presiden Susilo Bambang Yodhoyono. SBY sempat mengadakan konferensi pers untuk menyatakan hal ini, namun berbagai ahli politik lagi-lagi menganggap bentuk komunikasi politik SBY ini tidak baik lantaran membuat rakyat ketakutan dengan disebarnya isu tersebut. Malam hari tepat sebelum peringatan Hari Anti Korupsi se-dunia, SBY menggelar jumpa pers lagi untuk memberikan informasi bahwa selama kurun waktu 2004-2009 Indonesia telah cukup berhasil membrantas korupsi. Pidato tersebut kemudian juga menyampaikan agar masyarakat yang turut dalam perayaan hari anti korupsi se-dunia diharapkan berjalan tertib tanpa anarki. Komunikasi politik SBY ini membingungkan lantaran sebelumnya SBY menyatakan bahwa peringatan hari anti korupsi bukan benar-benar untuk merayakan hal tersebut dan sangat ketakutan, tapi setelah dikritik banyak pihak kemudian berubah untuk seakan-akan “mengijinkan” merayakan hari anti korupsi tersebut. Ketika 9 Desember datang, pergerakan public merayakan hari anti korupsi sedunia berjalan cukup tertib walaupun ada kekisruhan di Makkasar, namun semuanya seakan membungkam pernyataan SBY bahwa wacana menggulingkan SBY pada hari itu hanyalah isapan jempol belaka.

Pada masa sekarang ini dibutuhkan seorang pemimpin yang bisa mengerti makna komunikasi politik dengan baik  agar legitimasi yang didapatkannya dapat tetap kuat. Pernyataan SBY yang sebentar saja sudah emosi menanggapi isu-isu dan kadang kala berucap fitnah mambuat para ahli politik mengkritik cara SBY tersebut. Dalam acara Today’s Dialog di Metro TV beberapa waktu yang lalu, Amien Rais mengkritik SBY karena dengan sangat mudah mengucapkan “fitnah”, menurut Amien Rais mengucapkan kata fitnah itu tidak gampang, ini dikarenakan fitnah itu jauh lebih kejam daripada pembunuhan, maka disarankan agar sangat berhati-hati mengucapkannya.

DAFTAR PUSTAKA

Buku teks :

McNair, Brian, An Introduction to Political Communication, London, Routledge, 1995.

Koran / Artikel :

Sunny Tanuwijaya, Iklan dan Peta Politik. Harian Kompas, Rubrik Opini. Selasa, 16 Desember 2008.

Presiden Jangan Panik, Menko Polhukam : Hati-Hati Ada yang Mengacau. Harian Kompas, Selasa 8 Desember 2009.

Aksi 9 Desember. Pernyataan Presiden Peringatan Dini Saja (Anas Urbaningrum). Harian Kompas, Selasa 8 Desember 2009.

SBY Memimpin Jihad, Kapolri: Tak Perlu Khawatir Rusuh. Harian Kompas, Rabu 9 Desember 2009.

Budiarto Shambazy, “People’s Power” Sekali Lagi. Harian Kompas, Rubrik Teropong, Sabtu 12 Desember 2009.

Website / Situs :

http://www.kompas.com “Iklan Politik, KPK, dan DPR yang Lebih Baik“.  14 Oktober 2008

Lainnya :

Today’s Dialog, Metro TV. 29 Desember 2009


[1] http://www.kompas.comIklan Politik, KPK, dan DPR yang Lebih Baik“.  14 Oktober 2008

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: