IMITASI DAN SUGESTI DALAM INTERAKSI SOSIAL

Sugesti dan Imitasi dalam Interaksi Sosial

Sejak kecil saya sering mendengarkan lagu-lagu yang diputar oleh ayah maupun kakak sepupu saya. Waktu itu ayah dan kakak sepupu sering muter lagu-lagu slow rock atau rock era 80an hingga 90an awal, saking seringnya mereka memutar lagu-lagu tersebut maka saya pun semakin akrab dengan lagu-lagu seperti dari Nicky Astria, Ita Purnamasari, Iwan Fals dan beberapa band rock mancanegara seperti Scorpion, Bon Jovi dan Guns N’ Roses.

Waktu Aku Masih Kecil

Aku waktu Kecil

Tentu saja ayah dan kakak sepupuku tidak bermaksud mengajari saya agar suka dengan jenis musik yang mereka suka, namun dengan intensitas saya mendengarkan musik jenis itu maka saya pun lambat laun juga akan suka dengan sendirinya.
Kegemaran mendengarkan lagu-lagu rock berlanjut hingga saya mulai remaja, dan satu band yang amat disukai oleh kakak sepupu saya yaitu Guns N’ Roses (GNR) ternyata menular kepada saya. Dalam ilmu psikologi ini disebut dengan factor imitasi, factor imitasi terjadi karena seorang individu berusaha meniru individu lain, maka dalam konteks ini saya diibaratkan telah mengimitasi salah satu kegemaran dari kakak sepupu saya.

Dalam perjalanan interaksi saya ke teman-teman sekitar rumah, saya mengenalkan band GNR ini kepada teman-teman sepermainan saya, walaupun pada dasarnya mereka sering mendengarkan lagu-lagu GNR tapi mereka tidak tahu siapa GNR, bagaimana asal usulnya, apakah mereka masih eksis dan info-info penting lainnya. Maka saya disini berperan sebagai sumber info dari itu semua. Dalam konteks ini disebut dengan hetero-sugesti, yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Mereka (teman-teman saya disekitar rumah) menerima sugesti yang saya berikan tentang GNR, dan secara cepat mereka menjadi suka dengan GNR dan pecahan-pecahan dari grup band ini.

Dalam kasus yang ini maka akan terdapat perbedaan antara sugesti dengan imitasi. Dalam hal imitasi orang yang mengimitasi keadaannya aktif, sedangkan yang diimitasi adalah pasif, sedangkan dalam sugesti orang akan dengan sengaja, dengan secara aktif memberikan informasi atau pandangan-pandangan, pendapat-pendapat atau sebagainya agar orang lain dapat menerima apa yang diberikannya itu.
Penerimaan sugesti akan semakin mudah apabila :

Daya berpikir kritis dihambat, bila kemampuan berpikirnya terpecah-pecah (dissosiasi), bila materinya didukung oleh orang banyak (sugesti mayoritas), bila yang memberikan materi itu orang yang mempunyai otoritas dan bila pada yang bersangkutan telah ada pendapat yang mendahului searah.

Dalam kasus saya bersama teman-teman saya maka berlaku teori yang terakhir, bahwa sudah ada pendapat yang mendahului yang searah maka dengan mudah saya memberikan pendapat untuk meyakinkan pendapat-pendapat sebelumnya. Hingga sekarang kami dan teman-teman adalah pecinta grup musik GNR, berkat imitasi saya terhadap kakak sepupu dan sugesti yang saya berikan ke teman-teman.

GNR Use Your Illusion 2

===== =====

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

One Response to IMITASI DAN SUGESTI DALAM INTERAKSI SOSIAL

  1. indra raja says:

    congratulation! Ternyata aku tidak sendiri.he.he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: