MISTERI CHINESE DEMOCRACY

Pada tahun 1997 seorang eksekutif Geffen Record, Todd Sullivan, memberikan sebuah CD yang berisikan karya beberapa artis yang salah satu nomor lagunya diharapkan akan bisa dimanfaatkan oleh Axl Rose untuk menulis Chinese Democracy. Tak lama kemudian Sullivan diberi tahu oleh seseornag bahwa CD itu telah digilas ban mobil Axl Rose yang merasa tersinggung.

“Soalnya sebagian besar dari lagu yang dia siapkan benar-benar masih mentah. Saya bilang kepada Axl, ‘Dengarkanlah CD ini. Ada beberapa lag yang menarik, mengapa kamu tidak memanfaatkannya untuk menulis album baru?’ Axl menjawab,’Hmm, memanfaatkan album CD ini??’ esok harinya saya ditelepon oleh bos saya, Eddie Rosenblatt, yang mengatakan bahwa saya dipecat.” Tutur Sullivan.

Pada awal tahun 1998 Axl Rose memindahkan proses rekaman ke sebuah studio lain di San Fernando Valley. Axl Rose diberikan komputer supercanggih, 60 gitar, peralatan rekam yang ultramodern, dan bermacam fasilitas untuk seorang bintang. Begitu yakinnya Geffen Record sampai mereka mengatakan bahwa Axl Rose sedang mengerjakan album terbaik sepanjang masa.

Axl Rose dibayar satu juta dollar AS untuk segera merampungkan album dan satu juta dollar AS tambahan jikalau Chinese Democracy bisa diselesaikan sebelum 1 Maret 1999. salah seorang produser kesayangan Axl Rose, Martin Glover, bahkan dijanjikan royalti tambahan jikalau ia bisa menekan Axl Rose untuk segera merampungkan albumnya sesegera mungkin.

Glover sering mengunjungi Axl Rose di rumahnya di Malibu (mmm,rumahnya Axl Rose tuh yang ada di Video Klip “Estranged”) untuk membantu dia fokus kepada kolaborasi mereka berdua. Namun, hasilnya sama saja. “Axl seperti menarik diri dengan mengatakan, ‘Saya belum siap’. Ia terisolir. Tak banyak orang yang percaya. Benar-benar susah menembus tembok yang ia bangun sendiri.” Tutur Glover.

Glover akhirnya menyerah dan digantikan oleh seorang produser tenar lainnya, Sean Beaven, yang antara lain sukses memoles Marlyn Manson dan Nine Inch Nails. Beaven termasuk berhasil karena mendorong Axl Rose dan GNR untuk menggarap lagu-lagunya di Chinese Democracy.

Namun, biaya yang dikeluarkan sudah terlalu melimpah. GNR, misalnya, meminta sebuah peralatan khusus yang mahal haga sewanya. Jutaan dollar AS dikeluarkan untuk menyewa alat itu selama dua tahun, tetapi penggunaannya tidak lebih dari satu bulan saja.

Axl Rose datang ke Studio satu atau dua hari selama seminggu, tetapi dia lebih sering absen. “Semuanya benar-benar kacau. Axl selalu sibuk mendatangi pesta atau mencoba komputer baru. Sering kami tidak melakukan apa-apa di studio.” Kata seseorang yang terlibat dalam proses rekaman.

Setiap pekan sedikitnya lima CD hasil rekaman yang masih kurang jelas diperdengarkan kepada Axl. Sedikitnya ada 1000 CD atau media musik lainnya yang dapat diproduksi, tetapi tidak ada satupun yang dapat dikatakan sebagai hasil final untuk dijadikan album.

Pada akhirnya Axl memilih sekitar 20 lagu andalan yang dapat dikompilasi untuk menjadi album dan sekitar 40 lagu lainnya yang bisa dijadikan sebagai cadangan. Tetapi Geffen Record menilai semua itu belum bisa dijadikan harapan untuk menjadikan Chinese Democracy sebagai album terbaik sepanjang masa.

Ketika Axl Rose gagal memenuhi tenggat waktu 1 Maret 1999, ia kembali bersikap seperti sebelumnya. Ia segera aktif, agak panik, sempat kreatif, tetapi kemudian menarik diri. Ia sesumbar bahwa album yang sedang ia kerjakan bukan lagi satu album, tetapi trilogi alias tiga album sekaligus.

Setelah itu, Geffen Records mengeluarkan pernyataan bahwa Chinese Democracy sudah hampir selesai. Bahkan, pernyataan itu seperti memberikan maaf kepada Axl Rose dengan mengatakan bahwa artis-artis besar seperti Peter Gabriel atau Stevie Wonder juga mengalami masa yang macet yang berjalan lama, yang justru adalah pertanda bahwa sebuah karya album terbesar sedang dalam proses pembuatan.

Namun, setelah hampir sepuluh tahun, album yang katanya “hebat” itu tak kunjung dirilis. Axl Rose menjadi tokoh sentral kegagalan tersebut. Ia sebenarnya adalah musisi yang hebat dan bertalenta besar, tetapi ia sangat sulit ditebak.

Kerugian yang diderita Geffen Record untuk proses pembuatan Chinese Democracy sudah tidak terhitung nilainya. Menjadikan album ini adalah album termahal yang pernah dibuat namun belum juga dirilis. Tetapi pengorbanan phak rekaman tersebut tidak pernah dihargai oleh Axl Rose. Ia masih suka datang ke Studio rekamannya dengan mobil Ferrari berwarna perak. Dan Chinese Democracy tetaplah menjadi misteri terbesar dalam sejarah musik rock.

(Sumber dari harian Kompas…Edisi lupa…kira-kira antara tahun 2004 – 2005).

Iklan

Perihal pijarpatricia
ADITYO KUSNADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: