Use Your Illusion (The Most Dangerous Band In The World).

Guns N Roses menjadi band rock terbesar di dunia (The Biggest Band In The World) pada tahun 1991-1992 saat double album mereka “Use Your Illusion” meledak di pasaran. Dengan formasinya saat itu Axl Rose (vocal),Slash (gitar),Izzy Stradlin (gitar), Duff Mckagan (Bass), Dizzy Reed (Keyboard), dan Matt Sorum (Drum). Pada tengah malam 17 September 1991 GNR menjadi band terhebat di dunia. Ratusan toko dibuka sampai pagi untuk menjual album Use Your Illusion yang terdiri dari dua album. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kedua album itu berada di peringkat pertama dan kedua album terlaris versi Billboard di AS.

 

Namun kebesaran dan kesuksesan GNR pada masa itu tidak serta merta menjadikan personel mereka lebih solid. Yang terjadi adalah ketika Izzy Stradlin secara mengejutkan mengundurkan diri dari GNR di pertengahan konser keliling dunia album Use Your Illusions (Use Your Illusion World Tours). Izzy digantikan oleh Gilby Clarke di pertengahan konser keliling dunia. Dapat dilihat pula dalam video klip “Don’t Cry”, di klip itu terselip gambar ketika salah seorang fans menempelkan sebuah tulisan di punggungnya “Where’s Izzy???”. Atau kejadian lainnya saat menjelang konser di Tokyo, ada poster juga bertuliskan “Who’s Gilby??”
Membuktikan bahwa fans GNR sangat kehilangan sosok Izzy.

 

Nasib GNR berubah pada tahun 1994. mereka ribut satu sama lain, sering masuk pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika, dan album The Spaghetti Incident? Gagal di pasaran. Keretakan mereka dimulai dari sini.

 

Setelah itu mereka sempat berkumpul di sebuah studio di Los Angles untuk merekam album baru yang rencananya dirilis tahun 1995. namun, tak lama kemudian mereka dihinggapi penyakit yang sudah biasa diderita band-band lainnya: kebosanan. Mereka sudah terlalu kaya sehingga mereka berpikir tidak perlu melakukan apapun.

 

Rose mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin proyek pembuatan album itu, tetapi dia jelas tidak bisa memimpin. Kebetulan pihak Geffen Records juga memanjakan GNR. Berkat hasil penjualan album yang mendatangkan keuntungan luar biasa besar, mereka memberikan keleluasaan yang istimewa kepada GNR untuk menulis dan merekam. Saat itu GNR sempat merilis single Sympathy for the Devil yang merupakan soundtrack dari sebuah film (Interview With the Vampire).

 

Pada tahun 1996 Slash meninggalkan GNR, diikuti oleh Matt Sorum (drum) dan Duff Mckagan (Bass). karena perencanaan album yang tidak kunjung kelar tersebut para personel GNR melepaskan diri. Dari para personel orisinal GNR (The Original Guns), tinggallah Rose seorang diri.

 

Rose tetap mempertahankan merek GNR dan merekrut personel-personel baru, suatu tindakan yang tidak bisa dicegah oleh Geffen Record. Bahkan Geffen Record masih percaya bahwa GNR wajah baru ini akan tetap diminati oleh para penggemar.

MISTERI CHINESE DEMOCRACY

Pada tahun 1997 seorang eksekutif Geffen Record, Todd Sullivan, memberikan sebuah CD yang berisikan karya beberapa artis yang salah satu nomor lagunya diharapkan akan bisa dimanfaatkan oleh Axl Rose untuk menulis Chinese Democracy. Tak lama kemudian Sullivan diberi tahu oleh seseornag bahwa CD itu telah digilas ban mobil Axl Rose yang merasa tersinggung.

“Soalnya sebagian besar dari lagu yang dia siapkan benar-benar masih mentah. Saya bilang kepada Axl, ‘Dengarkanlah CD ini. Ada beberapa lag yang menarik, mengapa kamu tidak memanfaatkannya untuk menulis album baru?’ Axl menjawab,’Hmm, memanfaatkan album CD ini??’ esok harinya saya ditelepon oleh bos saya, Eddie Rosenblatt, yang mengatakan bahwa saya dipecat.” Tutur Sullivan.

Pada awal tahun 1998 Axl Rose memindahkan proses rekaman ke sebuah studio lain di San Fernando Valley. Axl Rose diberikan komputer supercanggih, 60 gitar, peralatan rekam yang ultramodern, dan bermacam fasilitas untuk seorang bintang. Begitu yakinnya Geffen Record sampai mereka mengatakan bahwa Axl Rose sedang mengerjakan album terbaik sepanjang masa.

Axl Rose dibayar satu juta dollar AS untuk segera merampungkan album dan satu juta dollar AS tambahan jikalau Chinese Democracy bisa diselesaikan sebelum 1 Maret 1999. salah seorang produser kesayangan Axl Rose, Martin Glover, bahkan dijanjikan royalti tambahan jikalau ia bisa menekan Axl Rose untuk segera merampungkan albumnya sesegera mungkin.

Glover sering mengunjungi Axl Rose di rumahnya di Malibu (mmm,rumahnya Axl Rose tuh yang ada di Video Klip “Estranged”) untuk membantu dia fokus kepada kolaborasi mereka berdua. Namun, hasilnya sama saja. “Axl seperti menarik diri dengan mengatakan, ‘Saya belum siap’. Ia terisolir. Tak banyak orang yang percaya. Benar-benar susah menembus tembok yang ia bangun sendiri.” Tutur Glover.

Glover akhirnya menyerah dan digantikan oleh seorang produser tenar lainnya, Sean Beaven, yang antara lain sukses memoles Marlyn Manson dan Nine Inch Nails. Beaven termasuk berhasil karena mendorong Axl Rose dan GNR untuk menggarap lagu-lagunya di Chinese Democracy.

Namun, biaya yang dikeluarkan sudah terlalu melimpah. GNR, misalnya, meminta sebuah peralatan khusus yang mahal haga sewanya. Jutaan dollar AS dikeluarkan untuk menyewa alat itu selama dua tahun, tetapi penggunaannya tidak lebih dari satu bulan saja.

Axl Rose datang ke Studio satu atau dua hari selama seminggu, tetapi dia lebih sering absen. “Semuanya benar-benar kacau. Axl selalu sibuk mendatangi pesta atau mencoba komputer baru. Sering kami tidak melakukan apa-apa di studio.” Kata seseorang yang terlibat dalam proses rekaman.

Setiap pekan sedikitnya lima CD hasil rekaman yang masih kurang jelas diperdengarkan kepada Axl. Sedikitnya ada 1000 CD atau media musik lainnya yang dapat diproduksi, tetapi tidak ada satupun yang dapat dikatakan sebagai hasil final untuk dijadikan album.

Pada akhirnya Axl memilih sekitar 20 lagu andalan yang dapat dikompilasi untuk menjadi album dan sekitar 40 lagu lainnya yang bisa dijadikan sebagai cadangan. Tetapi Geffen Record menilai semua itu belum bisa dijadikan harapan untuk menjadikan Chinese Democracy sebagai album terbaik sepanjang masa.

Ketika Axl Rose gagal memenuhi tenggat waktu 1 Maret 1999, ia kembali bersikap seperti sebelumnya. Ia segera aktif, agak panik, sempat kreatif, tetapi kemudian menarik diri. Ia sesumbar bahwa album yang sedang ia kerjakan bukan lagi satu album, tetapi trilogi alias tiga album sekaligus.

Setelah itu, Geffen Records mengeluarkan pernyataan bahwa Chinese Democracy sudah hampir selesai. Bahkan, pernyataan itu seperti memberikan maaf kepada Axl Rose dengan mengatakan bahwa artis-artis besar seperti Peter Gabriel atau Stevie Wonder juga mengalami masa yang macet yang berjalan lama, yang justru adalah pertanda bahwa sebuah karya album terbesar sedang dalam proses pembuatan.

Namun, setelah hampir sepuluh tahun, album yang katanya “hebat” itu tak kunjung dirilis. Axl Rose menjadi tokoh sentral kegagalan tersebut. Ia sebenarnya adalah musisi yang hebat dan bertalenta besar, tetapi ia sangat sulit ditebak.

Kerugian yang diderita Geffen Record untuk proses pembuatan Chinese Democracy sudah tidak terhitung nilainya. Menjadikan album ini adalah album termahal yang pernah dibuat namun belum juga dirilis. Tetapi pengorbanan phak rekaman tersebut tidak pernah dihargai oleh Axl Rose. Ia masih suka datang ke Studio rekamannya dengan mobil Ferrari berwarna perak. Dan Chinese Democracy tetaplah menjadi misteri terbesar dalam sejarah musik rock.

(Sumber dari harian Kompas…Edisi lupa…kira-kira antara tahun 2004 – 2005).

Reinkarnasi

Reinkarnasi adalah suatu kepercayaan, yaitu yang meyakini bahwa suatu makhluk tetap hidup dan kembali ke bumi dalam bentuk lain setelah jasad si pembawa ruh tersebut mati. Seorang filsuf yunani,Plato, menyatakan bahwa ruh manusia menjalani sembilan lingkaran kelahiran kembali sampai akhirnya mencapai tingkat tertinggi, yaitu tingkat kesembilan, ketika kita akan terbebas dari perjalanan di bumi.

Beberapa orang terkenal yang mempercayai reinkarnasi adalah ilmuwan Amerika Thomas Alfa Edison, Raja Industri mobil Amerika Henri Ford, Aktor Sylvester Stallone dan masih banyak lagi.

Meskipun banyak bukti berbentuk anekdot memperlihatkan bahwa ada sejumlah orang yang ternyata bisa mempertahankan ingatan dari kehidupan yang lampau, para ilmuwan tetap meremehkan dan bersikukuh menolak anggapan tersebut dengan alasan tidak didukung bukti-bukti ilmiah.

Salah Satu kasus paling menarik yang dilaporkan di dalam buku berjudul Twenty Cases Suggestive of Reincarnation (1974) adalah kisah seorang gadis bernama Shanti Devi, yang lahir di New Delhi, India. Pada 1926 pada usia tujuh tahun, shanti mengumumkan kepada kedua orangtuanya bahwa sepuluh tahun sebelumnya, dia hidup sebagai seorang wanita tua bernama Ludgi, di sebuah kota bernama Muttra yang terletak jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Melalui serentetan kesempatan, dan kemudian dalam kesempatan yang telah direncanakan, gadis kecil itu bisa mengenali semua kerabat dari kehidupan masa lalunya. Pertama-tama, dia bertemu dengan sepupunya, suaminya dan ketemu dengan dua dari ketiga anaknya (Ludgi meninggal saat melahirkan anaknya yang ketiga). Semua diceritakan Shanti dengan tepat dan terperinci, yang tidak mungkin dapat diceritakan oleh orang yang tidak mengalaminya. Dia juga bisa mengenali kota Muttra secara terperinci, padahal dalam kehidupannya yang baru, kota ini belum pernah dikunjunginya.

Atau cerita yang lebih meyakinkan yaitu, pembelajaran yang dilakukan Wolfgang Amadeus Mozart dari kehidupan masa lalu. Mozart mulai menggubah lagu pada usia 4 tahun dan memulai pertunjukan keliling Eropa sebagai pianis berusia 6 tahun.

Wallahu’alam. Hanya Allah, Tuhan kita yang tahu…. .. cerita ini tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi pikiran dan kepercayaan anda namun hanya sebatas sebagai pengetahuan saja…..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!