Komentar Slash Tentang Nama Anak Fergie (BEP)

Fergie (BLACK EYED PEAS) memberi nama bayi laki-lakinya dengan nama “AXL” karena dia penggemar berat Axl Rose. The Pulse of Radio menanyakan kepada Slash tentang hal ini apakah dia benar-benar terlukai hatinya karena Fergie menamai anaknya dengan nama seterunya (Axl), Slash menjawab, “Saya pikir itu benar-benar keren, saya benar-benar berbicara dengan mereka [Fergie dan Josh] kemarin. Ini semua baik-baik saja … siapa saya menghakiminya?”

Steven Adler Kembali ke Pusat Rehabilitasi

ADLER, band baru yang dipimpin oleh mantan drummer GUNS N ‘ROSES Steven Adler, telah menunda tur musim panas karena Steven Adler harus menjalani perawatan di pusat rehabilitasi untuk memberikan ketenangan padanya.

“Kami benar-benar minta maaf kepada semua penggemar dan promotor yang menantikan untuk melihat kami di konser tur, tapi sekarang kesehatan Steven adalah hal yang paling penting,” Ujar Jacob Bunton vokalis ADLER BAND. “Kami berharap untuk bisa menghibur semua orang ketika Steven pulih.” Lanjutnya.

Kali ini Steven Adler masuk pusat rehab gara-gara alkohol, setelah beberapa tahun sebelumnya dia menendang keluar narkotika dalam hidupnya kini dia berusaha menendang alkohol untuk lepas dari dirinya.

Sejarah kelam Steven Adler menggunakan narkotika dimulai ketika masa-masa sekolah dan ketika berumur 11 tahun dia sering bolos sekolah dan memulai menggunakan narkotika.

Kecanduan narkotika terutama mariyuana yang teramat berat waktu itu membuat dia dipecat dari Guns N’ Roses, band yang membesarkan namanya dari 1985-1990. Setelah dipecat dari GNR pada tahun 1990 dia terus berjuang untuk lepas dari kecanduannya dan mengalami kehancuran finansial karena uangnya habis untuk narkotika.

Slash mantan gitaris GNR yang saat ini sudah bersih dari narkotika pernah memberikan bantuan untuk mengatasi masalah kecanduan yang dialami Steven Adler. “Aku pergi ke Las Vegas untuk membantu Steven keluar dati situasi itu, sekitar 17 atau 18 tahun setelah dia dipecat dari band (GNR), dia menjadi pecandu yang sangat parah dimana satu kakinya berada di kuburan dan satu kaki lainnya berada di sekitar kita selama ini.” Ujar Slash.

http://adlerrocks.blogspot.com/2013/05/steven-adler-personal-statement.html?spref=fb

Adker kembali ke rehabilitasi narkotika
berita ke : http://blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&newsitemID=189467

Film Dokumenter Duff McKagan

Kisah hidup mantan bassis GNR Duff McKagan akan menjadi subjek dari sebuah film yang diproduksi oleh Rainstorm Entertainment. Film ini berdasarkan atas autobiografi Duff McKagan tahun 2011 yang berjudul It’s So Easy And Other Lies. Film yang disutradarai oleh Christopher Duddy dengan produser Steven G. Kaplan dan Duff McKagan dijadwalkan akan tayang pada tahun ini.

Ini adalah kisah naik ke puncak ketenaran dan kekayaan, perjuangannya dengan alkoholisme dan kecanduan narkoba, kehidupan pribadi yang berantakan, dan menemukan jalan yang terbaik untuk kehidupan yang lebih baik dan ketenangan pada akhirnya.

Film dengan dasar cerita dari autobiografi Duff ini ditargetkan bukan hanya untuk penggemar Guns N’ Roses, Velvet Revolver maupun Loaded, tetapi juga bagi semua orang yang ingin mengambil pelajaran dari cerita ini.

okumenter

Slash Mengklarifikasi Pernyataannya Tentang David Bowie

17 September 2012 ketika diwawancarai dalam acara “Lamont And Tonelli Show”, Slash merasa menyesal pernah mengeluarkan pernyataan bahwa ibunya pernah berselingkuh dengan David Bowie. Ketika banyak media membuat judul besar bahwa Slash pernah melihat ibunya telanjang bersama David Bowie, Slash merasa canggung dengan David Bowie dan Slash merasa bersalah kepada ibunya (Rest In Peace).

Awal September lalu Slash diwawancarai oleh Trilpe M dari Australia, Slash mengatakan kepada Triple M bahwa ketika ia masih kecil ia berjalan menuju pada ibunya – dan melihatnya sedang telanjang bulat. “Ibuku mulai bekerja secara profesional dengan David Bowie pada awalnya. Saya cukup yakin itulah yang dimulai dan kemudian berubah menjadi semacam asmara misterius yang berlangsung selama beberapa saat setelah itu,” ujar Slash sambil tertawa. “Aku berusia tujuh atau delapan tahun (waktu itu). dan mereka selalu bersama-sama.”

Slash melanjutkan, “Saya menangkap mereka telanjang sekali. Mereka memiliki banyak hal yang terjadi,. Tapi perspektif saya di usia delapan tahun masih terbatas. Dan ketika mengenang kembali hal itu, saya tahu apa yang terjadi.”

Berbicara kepada “Lamont And Tonelli Show”, Slash mengklarifikasi pernyataan sebelumnya, dia mengatakan, “Itu adalah percakapan yang sangat santai di telepon dengan seseorang di Australia yang saya tidak tahu bahwa pernyataan itu akan menjadi meledak (di media). (pernyataan) Itu menjadi headline , dan itu sangat canggung bagi saya. Saya malu karena saya yakin David tidak menghargai pernyataan saya itu. Dan ibu saya –(Rest In Peace). mungkin tidak akan menggali kembali (masalah itu). Semua itu, ketika mereka berkencan untuk sementara waktu, yang merupakan pengetahuan umum, dan semua yang (pernah)saya katakan ada satu kesempatan di mana saya kebetulan berjalan ke kamar tidur ketika mereka tidak sepenuhnya berpakaian. itu saja.. itu bukan (bermaksud) cabul.”

Meskipun saat ini Slash merasa sangat canggung dengan David Bowie namun dia mencoba untuk mengenang saat indah bersama David Bowie, “Dia keren, saya menyukai banyak hal dari dia.” Ujar Slash.

Ibu Slash, Ola Hudson,adalah seorang perancang busana untuk David Bowie, John Lennon dan Ringo Starr. Ola Hudson meninggal dunia dalam usia 62 tahun pada tanggal 5 Juni 2009 setelah pertempuran dengan kanker paru-paru.

Berita dari :

http://blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&newsitemID=179586

http://www.dippedincream.com/tag/ola-hudson-and-david-bowie/

Slash Bahagia Bersama Keluarga

Slash hidup bahagia bersama keluarganya, Istri perla Hudson dan kedua putranya London (10 tahun) dan Cash (7 tahun).

Slash dan Perla memperbaharui janji pernikahan mereka pada bulan Agustus 2010 ketika 10 tahun ulang tahun pernikahan mereka.

Pada waktu sekitar putra keduanya baru lahir, Slash mengatakan kepada The Pulse of Radio bahwa menjadi kepala keluarga membantu dia untuk lebih merendah dalam menyelesaikan masalah. “Saya tidak pernah menjadi salah satu orang yang mengatakan bahwa saya akan menjadi lajang selamanya dan tidak akan punya anak.” Ujar Slash.

“Saya hanya tidak pernah mempunyai rencana untuk semua itu, jadi ketika semua itu terjadi, itu seperti sesuatu waktu yang sempurna yang terjadi dalam hidup saya. Ini seperti jika itu terjadi sedetik sebelumnya, (maka) saya tidak akan bisa menangani hal tersebut karena saya terlalu berada di luar dari pada itu. Kemuadian ketika anak-anak kami lahir, itu benar-benar semacam jaminan hidup untuk saya, lebih dari apapun.”

Walaupun kehidupan masa muda Slash dilalui dengan minuman keras dan narkotika namun Slash benar-benar tidak ingin jika kedua putranya terjerumus ke dalam hal-hal negatif tersebut.

“Saya ingin memastikan bahwa saya telah menanamkan nilai-nilai baik dalam pertumbuhan anak-anak saya. Di tengah masa lalu saya dengan minuman keras dan narkotika, dan betapa gilanya saya waktu itu, namun saya harus mengajarkan kepada anak-anak saya tentang tata krama dan kesopanan. Itulah yang pernah diajarkan orang tua saya (tentang nilai-nilai baik) dan menjadi harapan oleh semua keluarga.” Ujar Slash.

Slash And His Family Enjoy Australia

Slash And His Family Enjoy Australia

Bret Michaels Bicara Tentang Kegagalan Slash dalam Audisi POISON

David Glessner dari Austin 360.com baru-baru ini mengadakan wawancara bersama vokalis POISON – Bret Michaels untuk menanyakan mengapa Slash tidak dipilih untuk menjadi gitaris POISON ketika ia mengikuti audisi untuk band itu sebelum bergabung dengan Guns N’ Roses pada tahun 1985.

“Slash adalah salah satu dari pemain gitar favorit saya sepanjang masa dan saya percaya dia akan mengarahkan suara musik kami sedikit lebih ke arah Aerosmith,” kata Bret. “Dia pada dasarnya orang yang sama seperti sekarang ini. Apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan.. Tidak pernah benar-benar memiliki kesempatan untuk bekerja di luar atau tidak. Band memutuskan memilih CC [DeVille] dan itu adalah pilihan terbaik bagi kami.” Ujar Bret Michaels.

Dalam sebuah wawancara ditahun 2010 dengan Classic Rock Revisited, Slash menjelaskan bagaimana audisi POISON, ia menyatakan, “Saya tinggal di LA dan saya telah selesai bekerja sama di sebuah band dengan Axl Rose, yang disebut HOLLYWOOD ROSE. Steven Adler berada di band itu juga. Saya hanya berhenti .. Saya bilang ke Axl bahwa saya tidak bisa menangani lagi dan saya berjalan. Itu tepat setelah pertama kalinya Axl dan saya pernah bekerja bersama-sama.. “

“Matt Smith, pemain gitar asli untuk POISON, yang sebenarnya seorang pria yang cukup keren, istrinya sudah hamil atau mereka menikah atau sesuatu seperti itu, kemudian dia pindah kembali ke Pennsylvania.. Ia kemudian keluar dari POISON, kemudian teman-teman berkata, “Anda harus mencoba audisi untuk POISON.” Aku benci POISON tetapi pada hari-hari Anda tidak ada apa pun yang Anda harus lakukan untuk terus bergerak, Menjadi sangat ambisius, seperti saya, kemudian saya pergi dan mengikuti audisi untuk POISON.. “

“Saya akhirnya menjadi salah satu peserta audisi dan bahwa mereka akan memilih salah satunya. Saya ingat ketika memainkan lagu-lagu dari mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa saya bisa bermain bersama mereka tapi ada masalah tentang makeup dan aksesoris. Bobby Dall [bassist POISON] bertanya apa jenis sepatu yang akan saya pakai. Saya kaget, ‘Apa?’ Ini agak jelas bahwa ini akan merembet ke (aksesoris) mana-mana. Ketika saya sedang berjalan keluar dari ruang audisi, CC DeVille berjalan masuk ruangan, Dia punya make up pancake dan satu ton hairspray dirambutnya. Saya benar-benar ingat dan berpikir saat itu, ‘Itu seharusnya (seperti) dandanan Guy!”

“Keesokan harinya saya mendapat telepon dari Bobby dan dia berkata, “Kamu tahu, kamu benar-benar hebat dan tapi saya pikir kami akan meninggalkanmu dan akan melakukannya dengan orang lain.” orang itu adalah CC DeVille, dan mari kita mulai dengan Guns N’ Roses.” Ujar Slash.

Poison-vs-Slash

Poison-vs-Slash

Sumber Berita : http://blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&newsitemID=179042

http://www.austin360.com/music/poisons-bret-michaels-got-his-rock-on-with-2445558.html

http://love-it-loud.com/news/bret-michaels-comments-on-slash-failing-his-audition-for-poison/

SLASH PERNAH MELIHAT IBUNYA TELANJANG BERSAMA DAVID BOWIE

Beberapa hari yang lalu ketika Slash berada di Australia dia diwawancarai oleh radio Triple M untuk berbagi sedikit cerita yang belum banyak diketahui selama ini.

Slash mengatakan kepada Triple M bahwa ketika ia masih kecil ia berjalan menuju pada ibunya – dan melihatnya sedang telanjang bulat.

Ibu Slash adalah seorang perancang busana untuk David Bowie, John Lennon dan Ringo Starr. “Ibuku mulai bekerja secara profesional dengan David Bowie pada awalnya. Saya cukup yakin itulah yang dimulai dan kemudian berubah menjadi semacam asmara misterius yang berlangsung selama beberapa saat setelah itu,” ujar Slash sambil tertawa. “Aku berusia tujuh atau delapan tahun (waktu itu). dan mereka selalu bersama-sama.”

Slash melanjutkan, “Saya menangkap mereka telanjang sekali. Mereka memiliki banyak hal yang terjadi,. Tapi perspektif saya di usia delapan tahun masih terbatas. Dan ketika mengenang kembali hal itu, saya tahu apa yang terjadi.”

Ibu Slash, Ola Hudson, meninggal dunia dalam usia 62 tahun pada tanggal 5 Juni 2009 setelah pertempuran dengan kanker paru-paru.

Ola Hudson meninggal di Saint John’s Health Center in the Los Angeles. Selain Slash – yang nama aslinya adalah Saul Hudson – dia meninggalkan seorang anak lain, seniman grafis Albion “Ash” Hudson (41 tahun) , serta mantan suaminya, artis Inggris Anthony Hudson.

Ibu Slash berkencan dengan Bowie setelah pernikahannya bubar pada pertengahan 1970-an. “Saya benar-benar tidak terlalu menyukainya, karena dia adalah orang baru di rumah,” ujar Slash untuk kehadiran Bowie di kehidupan Ibunya dalam sebuah wawancara 1990 dengan majalah Rolling Stone. “Aku benar-benar benci.”

Slash dan David Bowie

Slash dan David Bowie

SUMBER :

http://ultimateclassicrock.com/slash-once-caught-his-mom-naked-with-david-bowie/

http://blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&newsitemID=178682

Duff McKagan Bermain Bersama Anak Penderita Kanker

Menurut Nwcn.com, Duff McKagan dan musisi dari Seattle Rewind Band bergabung dengan anak penderita kanker 13-tahun pada Selasa (28 Agustus) di hard Rock Café di Seattle, Washington.

Simone Capelli, yang nyaris tidak berbicara bahasa Inggris, diterbangkan ke Seattle oleh yayasan Make-A-Wish sehingga ia bisa mewujudkan mimpi untuk bertemu bintang Rock N’ Roll yang dia kagumi.

“Simone hanyalah seorang anak cool, ia lebih cool daripada kebanyakan.” “Ini bukan tentang saya atau orang dewasa.” Ujar Duff McKagan.

“Malam ini adalah tentang membuat dia merasa seperti bintang rock,” kata Manajer Make A Wish Jessie Elenbaas.

“Simone sangat rapuh sekarang, namun prognosisnya baik. Ia semakin membaik,” tambah Elenbaas. “Saya berharap malam ini membantu melindungi apa yang dia alami.”

Make-A-Wish adalah sebuah yayasan internasional, dan bercabang di Italia. Yayasan ini yang mewujudkan mimpi penderita kanker agar lebih bersemangat menjalani hidup.

Mike Portnoy Mengomentari Permainan Matt Sorum dalam ‘November Rain’

Matt Sorum : “”Ingat!! Bermain drum tidak selamanya tentang drum yang mewah dan banyak simbal”

Mantan drummer Dream Theater Mike Portnoy, yang biasanya tidak pernah menghindar dari setiap diskusi tentang musik, menulis dalam akun Twitternya pada 4 Agustus untuk menanyakan : “November Rain adalah lagu klasik sepanjang masa…tapi mengapa dalam lagu itu Matt Sorum memainkan exact drum yang sama pada setiap 4 bar? (tepatnya sebanyak 23 kali!)”

Dua hari kemudian Matt Sorum akhirnya menanggapi pernyataan Mike Portnoy, menulis dalam akun Twitternya Matt Sorum menjelaskan, “Itu adalah ide dari Axl sebagai frase musik yang akan dijadikan Trilogi, ‘Don’t Cry dan Estranged’. Dan kenyataannya album ‘Use Your Illusion’ 1 dan 2 teralh terjual 20 juta kopi jika digabungkan.”

Matt Sorum agak sedikit emosi dan dia menambahkan, “Ingat Nak!! Bermain drum tidak selamanya tentang drum yang mewah dan banyak simbal . Tanyakan kepada Charlie Watts (Rolling Stone), Ringo Starr (Beatles) dan Phil Rudd (AC/DC)..”

Beberapa jam kemudian Mike Portnoy membalas lewat Twitternya, “Setuju 1000%!! Ringo adalah salah satu pahlawan terbesar saya! Tidak bermaksud untuk merendahkan bro….hanya sekedar melakukan pengamatan terhadap lagu itu. Peace!!” Ujar Mike Portnoy yang meluruskan pernyataannya bahwa dia tidak bermaksud untuk merendahkan permaianan Matt Sorum.

Dalam sebuah wawancara tahun 2009, Matt Sorum menjelaskan tentang permainan drum pada ‘November Rain’, “Aku dan Axl duduk di studio pada suatu malam, ditemani beberapa minuman dan mendengarkan Elton John, dengan lagu berjudul ‘Don’t Let The Sun Go Down On Me’.”

“Axl bilang, ‘Kau dengar itu?” Saya menjawab, ‘Ya, aku cinta Nigel Olson, Man. Axl mengatakan, “Lakukan itu pada lagu kita yang akan direkam besok!’”

Sumber berita : http://blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&newsitemID=177785

matt sorum

matt sorum

Sebastian Bach : “Saya Berteman Dengan Duff McKagan dan Axl Rose”

Jeff Niesel dari CleveScene.com baru-baru ini melakukan wawancara dengan Sebastian Bach (eks-Skid Row) beberapa cuplikan wawancara yang berhubungan dengan Guns N’ Roses dan Velvet Revolver dapat disimak berikut ini :

CleveScene.com: “Apakah menurut anda Axl Rose telah membuat keputusan yang tepat dengan tidak bernyanyi dengan (Classic LineUp) Guns N ‘Roses di pelantikan Rock And Roll Hall Of Fame?”
Sebastian Bach: “Saya bermain dengan Duff McKagan dan Matt Sorum dalam band bernama Rock ‘N’ Roll Allstars dengan Gene Simmons dan Joe Elliott. Saya juga berteman baik dengan Axl Rose, dan saya tidak ingin mengkhianati mereka. Ketika saya membela Axl, Duff akan marah padaku. Ketika saya membela Duff, Axl akan marah padaku. Benar demikian. Sepertinya Axl telah mendapatkan sebuah petunjuk untuk tidak melakukan sesuatu yang dia tidak ingin lakukan. “

CleveScene.com: Apakah Anda pernah melakukan uji coba untuk menjadi vokalis Velvet Revolver?
Sebastian Bach: “Ya, itu bukan sebuah uji coba. Itu terjadi selama latihan untuk “Jesus Christ Superstar”, dan mereka ingin saya menyanyi untuk mereka, dan kami memainkan lima lagu di studio. Tapi “Jesus Christ Superstar” melajutkan tur dan mereka membayar saya (untuk menjadi vokalisnya) dan Velvet Revolver tidak (tidak meneruskan latihan bersama Sebastian Bach). Saya tidak tahu mengapa mereka (personel Velvet Revolver) ternyata memilih pria yang ketergantungan heroin untuk bertanggung jawab atas segalanya (yang dimaksudkan adalah Scott Weiland).

sebastian_bach dan duff_mckagan_

sebastian_bach dan duff_mckagan_

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.